Selasa, 26 September 2017

SEMUA KARENA MATA




Waktu itu di sebuah sudut samping restoran terlihat seorang pemuda berbadan ceking dengan kemeja putih dan celana hitam khas pegawai training. Kelihatannya lelah dan lusuh dan ternyata habis didamprat Bosnya. Katanya males-malesan tak niat kerja. Padahal tiap kali makan di restoran itu, si pemuda ini selalu cekatan melayani pelanggan. Set..set..set macam pemain badminton ketika mensmash lawan mainnya. Justru pegawai-pegawai lainnya yang seragamnya sudah pegawai tetap malah santai-santai. Kadang malah nyuruh-nyuruh pegawai training. Barulah kalau si Bos pemilik restoran datang langsung sibuk semua.

Usut punya usut ternyata si pemuda kena damprat lantaran ketahuan tidur saat jam kerja. Si Bos mengira kalau si pemuda ini ogah-ogahan kerja soalnya waktu itu pegawai tetap lainya baru sok sibuk ngelayani pelanggan padahal restoran sedang tak terlalu ramai. Ternyata pemuda itu kelelahan karena terus-terusan kerja bahkan jam istirahatnya pun tak diambil karena pegawai lainnya sibuk istirahat padahal restoran baru banyak pelanggan. Jadi ketika pas sepi pelanggan ia menyempatkan istirahat. Baru beberapa menit memejamkan mata tiba-tiba sudah kena damprat.

Mungkin pernah sama ngalamin hal itu? Atau serupa? Baru istirahat sebentar ee ketauan Bos padahal si Bos tak pernah liat kerja kita. Taunya Bos kalau dia liat kita baru kerja pasti dia kira kita pegawai yang rajin. Padahal pas si Bos pergi..tau sendiri.

Baru duduk sebentar dikira tak ada kerjaan, baru istirahat karena pusing kerjaan dikira sudah selesai, baru lihat inbox di hape dikira mainan hape.

Ya jangan heran kalau orang yang rajin lama-lama jadi males, lama-lama jadi pesimis, lama-lama jadi tak produktif kalau yang dinilai hanya yang diliat saja. 

Yah itulah faktanya, percaya hanya kalau melihat saja padahal mata bisa ditipu, apa yang dilihat mata belum tentu sama dengan apa yang dilihat hati karena mata hati dan mata kepala harus bisa berkolaborasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar